Tips Menentukan Komposisi Warna yang Tepat

komposisi warna

Warna adalah salah satu komponen yang paling penting dalam pembuatan desain. Apabila sembarangan dalam pemilihannya, kemungkinan gagal menghasilkan desain terbaik sangatlah besar. Dibutuhkan pemikiran yang cerdas dalam menentukan komposisi warna yang tepat demi mendapatkan desain yang epik dan profesional. Ingat, bahwa warna yang dipilih akan mencerminkan pula kepribadian desainernya.

Apa yang Harus Diperhatikan oleh Desainer?

Ketika konsep bidang pada desain sudah matang, maka hal selanjutnya yang harus difikirkan adalah pewarnaan. Sebelum memulai pewarnaan, desainer harus memahami beberapa hal yang akan diuraikan di bawah ini:

1. Audiens

Dalam membuat suatu desain pastilah ada tujuan dan sasaran diperuntukan untuk apa karya desain tersebut. Penyesuaian komposisi warna sesuai dengan audiens sangatlah penting. Jika yang ditargetkan adalah anak-anak, maka perlu untuk memadukan warna-warna cerah. Sehingga desain yang tercipta akan terlihat playful dan colorful. Untuk keperluan resmi, pilih warna yang tegas, tidak mencolok, dan dinamis.

2. Roda Warna

Roda warna atau cakram warna merupakan media yang dapat membantu desainer dalam memadu padankan warna. Dari ketiga warna pokok merah, kuning, dan biru apabila saling dikombinasikan maka akan terciptalah warna lain. Misalnya merah dan biru akan menghasilkan warna ungu, warna kuning dan merah akan menghasilkan warna orange, kombinasi warna biru dan kuning akan menciptakan warna hijau, dan sebagainya.

3. Pahami Sifat Warna

Seorang desainer harus memiliki pengetahuan tentang sifat komposisi warna yang meliputi value, hue, dan saturation. Value menunjukkan tingkat keterangan warna dengan skala hitam putih. Hue adalah bagian yang menunjukkan variasi warna cerah seperti merah, hijau, kuning,dan biru (warna pelangi). Sedangkan Saturation memperlihatkan kekuatan atau intensitas warna, semakin terang warna maka semakin kuat saturasinya.

4. Kombinasi warna dan tekstur

Penggunaan tekstur dalam sebuah desain dapat memberikan warna tersendiri dan menghasilkan visual yang lebih menonjol serta berkarakter. Tekstur satu warna akan membantu dalam menyeimbangkan kontras suatu objek. Hal yang perlu diperhatikan dalam pengkombinasiannya adalah tingkatan halus dan kasarnya. Pemilihan tekstur yang asal-asalan akan membuat keduanya tidak selaras.

Apa yang Harus Dihindari oleh Desainer?

Dalam konsep pewarnaan, ada beberapa bab yang harus dihindari. Hal ini bertujuan agar desain yang diciptakan terlihat sempurna dan hidup. Sebagai desainer, jangan sampai Anda melakukan hal-hal seperti berikut ini:

1. Bersifat Subjektif

Jangan pernah sekalipun Anda melibatkan emosi yang berlebihan dalam karya Anda. Bukan sebab Anda menyukai warna tertentu lantas membuat Anda selalu menerapkannya dalam karya desain yang Anda kerjakan. Bukan karena Anda sedang dalam suasana hati tidak baik pula yang menjadikan warna desain Anda menjadi sendu dan muram.

2. Penggunaan Murni Warna Primer Saja

Untuk tema tertentu, menggunakan warna primer saja mungkin bisa. Akan tetapi untuk sebagian besar desain, penggunaan warna primer saja akan memberikan kesan monoton dan kurang menarik. Misalnya sebuah logo berwarna merah, berikan pula sentuhan warna orange atau semburat jingga. Apabila berwarna biru, gradasikan dengan biru muda atau berikan variasi dengan warna merah muda.

3. Warna, Latar Belakang, dan Tulisan Tidak Disesuaikan

Desain yang baik, pepaduan warna yang diterapkan harus selaras dengan latar belakang maupun tulisan. Jangan sampai terjadi “bentrok warna” dan menutupi tulisan. Apabila hal ini terjadi, Anda akan dinilai tidak profesional dan tujuan pembuatan desain pun tidak akan tersampaikan. Warna tulisan sebaiknya meredam latar belakang. Agar mudah, pilih warna netral atau pastel untuk latar belakangnya.

Baca Juga: Trik Menghindari Revisi Desain Tak Hingga dari Klien