Berbagai Perbedaan Sablon Manual dan Sablon Digital

16
Perbedaan Sablon Manual dan Sablon Digital

Berbicara sablon maka sangat erat hubungannya dengan pakaian yang dikenakan sehari-hari, terutama kaos atau t-shirt. Sablon merupakan refleksi dari gambar, angka atau tulisan yang dicetak pada sebuah kain sehingga menghasilkan penampakan visual indah. Oleh karenanya, dengan adanya sablon maka siapapun dapat berkreasi membuat desain kaos sesuai ekspektasi-nya. Mengikuti perkembangan teknologi modern, saat ini sablon dibedakan menjadi dua macam, yaitu sablon manual dan sablon DTG. Mungkin Anda sudah tidak asing lagi dengan namanya, tapi sayang masih banyak yang tidak tahu mengenai apa perbedaannya. Oleh karena itu, di bawah ini akan dikupas tuntas segala hal tentang perbedaan sablon manual dan sablon digital.

Perbedaan Sablon Manual dan Sablon Digital

1. Sablon Manual

Kelebihan sablon manual :

• Hingga saat ini, hasil kualitas sablon manual masih diakui sebagai yang terbaik.
Bahkan walaupun hanya menggunakan tinta biasa dan desain terbatas. Namun tingkat ketahanan desain cetakannya di kaos tidak perlu dipertanyakan lagi (Tergantung pada skill dan wawasan yang dimiliki oleh masing-masing penyablon).

• Sablon manual juga memiliki keunggulan dalam memproduksi cetakan sablon dalam jumlah maksimal tapi tetap ekonomis. Sehingga sangat cocok untuk digunakan oleh partai besar dengan orderan mencapai ribuan pieces.

• Sablon manual sudah terkenal unggul dalam membuat cetakan sablon seperti pigment, rubber, timbul dan berbagai variasi lain. Tapi kualitasnya tergantung pada skill penyablonnya. Sebab pekerjaan membuat sablon bervariasi ini membutuhkan wawasan dan
kemampuan tingkat tinggi.

Kekurangan sablon manual :

• Sablon manual adalah teknik menyablon yang dilakukan oleh individu dengan skill dibidangnya (sablon). Dengan menggunakan media atau peralatan khusus, antara lain: Meja sablon, screen, papan kaos, lampu afdruk, noken, dan lain sebagainya.

• Sablon manual yang dikerjakan dengan media screen memiliki kecenderungan jumlah warna terbatas. Penyablon harus melakukan eksperimen guna mendapatkan warna yang sesuai. Selain itu, jenis sablon ini juga memiliki kekurangan dalam menghasilkan cetakan sablon yang full color dan mendetail.

• Efektivitas sablon manual dalam memproduksi ini sangat bergantung dengan seberapa luas tempat yang digunakan, jumlah sumber daya, serta masih mengandalkan cuaca. Jika hal tersebut tidak dapat dipenuhi, maka sudah pasti tingkat efektivitasnya sangat rendah.

• Karena dikerjakan secara manual, maka biasanya jasa sablon manual mematok jumlah minimal order untuk pembuatan desain. Misalnya minimal pemesanan sablon 12 pcs untuk 1 desain tertentu. Selain itu, harganya juga terbilang lebih mahal apabila dibandingkan dengan sablon digital.

2. Sablon DTG

Kelebihan sablon DTG :

• Menggunakan mesin printer besat Direct to Garment (DTG), sablon DTG bisa langsung mencetak dalam jumlah banyak pada media kain. Sehingga pekerjaan bisa menjadi lebih praktis. Printer yang digunakan dalam instri ini juga inject yang dicampurkan tinta khusus tekstil.

• DTG memiliki kemampuan mumpuni dalam hal pencetakan warna sablon. Mesin ini mampu menghasilkan berbagai macam tekstur warna sperti full color hingga gradasi tanpa mengalami kendala apapun. Ini menjadi alasan kenapa Porinto menggunakan metode sablon DTG

• Untuk masalah efektivitas produksi, sablon DTG jauh lebih unggul dibandingkan sablon manual. Contoh mudahnya adalah, dengan menggunakan mesin sablon seharga dua puluhan juta, maka rumah produksi bisa langsung menghasilkan 70 cetakan dalam satu waktu.

• Sablon DTG dapat mencetak kaos dalam jumlah satuan maupun banyak sekaligus, tanpa memiliki masalah pada desain atau warna yang diinginkan. Selain itu harga yang ditawarkan juga terbilang lebih low budget dibandingkan jenis sablon manual.

Kelemahan Sablon DTG :

• Meskipun bisa menghasilkan desain yang sama persis. Tapi sablon DTG memiliki kekurangan dari segi ketahanan desain kaos. Untuk mendapatkan hasil sablon yang berkualitas, maka dibutuhkan tinta berkualitas untuk mensupport-nya. Jika ingin menanggulangi hal ini, maka harus menyediakan budget lebih.

• Karena proses pencetakan menggunakan media mesin, maka sudah pasti ada kapasitas jumlah tertentu jika mendapat orderan banyak dalam kurun satu watu. Jika terlalu dipaksakan, hal ini membuat hasil sablon menjadi kurang maksimal. Di samping itu bisa menimbulkan gangguan pada mesin.

• Kelemahan yang terakhir dari perbedaan sablon manual dan sablon digital. Sablon DTG memang bisa membuat jenis sablon variatif, seperti sablon timbul. Tapi untuk masalah kualitas, masih lebih rendah dibandingkan sablon manual. Terlebih apabila pengerjaan dilakukan secara masal.