Apa Itu Bisnis Dropship? Keuntungan dan Kerugian Bisnis Dropship

238831

Bisnis Dropship, Fenomena Bisnis Online yang Menggiurkan

Fenomena belanja daring (online shopping) kini tengah melanda dunia. Banyak orang pun beralih dari kebiasaan membeli di toko fisik menjadi di dunia maya. Beragam keuntungan dan fleksibilitas yang ditawarkan menjadi tawaran yang sangat sayang untuk dilewatkan. Beragam toko online pun bermunculan, saling menawarkan keunikan masing-masing. Baik dihadirkan atas nama perusahaan atau pribadi, toko-toko semacam ini dengan cepat mengubah pola belanja konsumen di seluruh dunia.

Tidak heran jika banyak orang yang tertarik untuk membuka usaha di dunia maya. Namun, tahukah Anda bahwa Anda tidak perlu memiliki barang tertentu untuk dapat berjualan di dunia maya? Mungkin hal ini terdengar mustahil, tetapi tidak begitu mustahil jika Anda memakai pola bisnis dropship.

Apa itu Bisnis Dropship?

Secara sederhana, dropship dapat diartikan sebagai bisnis ritel yang membebaskan pelakunya dari memiliki stok produk. Untuk menjamin ketersediaan barang, Anda bekerjasama dengan pemasok. Pemasok ini bertugas bukan hanya untuk memasok barang kepada Anda untuk dijual, tetapi juga menjaga ketersediaan barang.

Cara kerja bisnis ini pun terbilang sederhana. Setelah Anda menerima pesanan dari pembeli, Anda meneruskan informasi pemesanan dan pengiriman kepada pemasok produk. Kemudian, pemasok yang akan langsung mengirimnya kepada pembeli, tanpa melalui Anda. Jadi, Anda tak perlu repot-repot menyiapkan Gudang atau bahkan memroses complain pembeli. Hal ini karena seluruh proses pengiriman dan pengembalian akan ditangani langsung oleh pemasok barang.

Keuntungan dan Kerugian Bisnis Dropship

Setiap metode bisnis sudah pasti memiliki keuntungan dan kerugian sendiri-sendiri, begitu pun bisnis dropship. Berikut kami rangkum beberapa keuntungan dan kerugian dari metode bisnis ini.

Keuntungan

1. Tidak perlu banyak modal, tidak makan waktu, dan nyaman.

Dengan menyerahkan pengelolaan, pengiriman, dan pengembalian produk kepada pemasok, Anda hanya perlu menjual barang. Dengan kuatnya sosial media dewasa ini, Anda bahkan bisa melakukannya tanpa memerlukan website. Anda pun dapat fokus pada strategi penjualan, dukungan pelanggan, dan operasi. Anda bisa menggunakan instagram untuk memulai menjual barang anda, lihat disini untuk caranya.

2. Bukan model bisnis abal-abal

Metodenya yang tidak biasa menjadikan beberapa orang khawatir dengan bisnis dropship. Tapi, jangan khawatir. Metode ini telah dibuktikan bahkan oleh beberapa toko online populer, seperti Lazada. Jadi, bisa dibilang metode ini cukup terpercaya.

Kerugian

1. Kompetisi yang sengit

Dengan beragam keuntungan yang ditawarkannya, tidak aneh jika banyak orang yang tertarik menjalankan bisnis ini. Di satu sisi, ini menunjukkan kredibilitas metode ini, namun juga berarti kompetisi yang sengit bagi Anda.

Tips: Jangan berpangku pada menawarkan harga terendah karena besar kemungkinan penjual lain juga berpikir hal yang sama. Fokus pada peningkatan nilai produk dan usaha Anda, termasuk pemahaman akan produk. Harga terbaik belum tentu termurah.

2. Perlu penyelarasan data dengan pemasok barang

Dengan seluruh kendali atas produk dipegang oleh pemasuk, para pelaku bisnis dropship seringkali terkendala pada penyelarasan stok produk. Acap kali produk masih tertera “Tersedia” di toko online, tapi sebenarnya sudah tidak ada stok lagi.

Komunikasi dengan pemasok barang menjadi kuncinya. Anda harus menghadirkan informasi stok barang secara real-time sebagaimana kondisi di gudang penyimpanan. Hal ini untuk menghindarkan kejadian barang dijual, tapi stoknya habis.

3. Terkadang sulit menjual barang yang belum pernah Anda lihat

Inilah salah satu tantangan terbesar bagi para pelaku bisnis dropship. Anda menjual barang yang belum pernah Anda lihat secara langsung. Jadi, bagaimana cara memastikan kualitas produk?

Sederhana, tapi cukup menantang. Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan. Pertama, cari ulasan barang sebelum Anda menjualnya. Kedua, jual barang hanya dari pemasok yang terpercaya. Atau, Anda bisa langsung menghubungi pemasok dan mendapatkan jawaban langsung dari mereka.

Bagaimana Menjadi Dropshipper?

Sudah pasti Anda perlu menghubungi pemasok produk. Akan sangat baik jika Anda mampu menghubungi produsen produk tersebut. Setidaknya, mereka akan memberi informasi terkait pemasok produk yang terpercaya bagi Anda.  Mungkin tidak semuanya mau bekerjasama dengan Anda, apalagi jika ini kali pertama Anda bergabung. Tapi, dengan sedikit kemampuan negosiasi dan komitmen usaha, Anda pasti dapat menemukan pemasok yang cocok.

Bagaimana jika Anda tidak punya waktu atau dana untuk menghubungi produsen? Jangan khawatir. Anda bisa merujuk ke Tokopedia atau bahkan meminta bantuan Google untuk mencari pemasok yang tepat.

Jika Anda mencarinya di mesin pencari, seperti Google, tips – tips bisnis dropship berikut mungkin bisa membantu Anda.

1. Luangkan lebih banyak waktu

Berbeda dengan bisnis pada umumnya, situs pemasok barang untuk dropship seringkali tidak terlalu peduli dengan pemeringkatan situs mereka. Jadi, alih-alih mendapatkannya di halaman-halaman awal pencarian, Anda mungkin baru mendapatkan hasil yang pantas di halaman 10 dan berikutnya.

2. Jangan nilai dari tampilannya

Antik. Kesan inilah yang mungkin Anda dapatkan setelah berhasil melewati tahap pertama. Tapi, jangan khawatir. Dalam banyak kasus, pemasok barang dengan tampilan situs yang kunolah yang mau bekerjasama dengan Anda.

3. Perluas rentang pencarian

Anda akan butuh beberapa istilah untuk dicari sampai menemukan pemasok yang tepat. Istilah-istilah seperti “pemasok”, “grosir”, “gudang” dll., akan cukup membantu.

Conclusion

Pada akhirnya, bisnis dropship dapat menjadi awal mula bagi kesuksesan Anda. Dengan beragam fitur dan keuntungan yang menarik, sukses bukan hal yang mustahil di bisnis ini.