10 Jenis Sablon Kaos Manual dan Karakteristiknya

Jenis Sablon Kaos

Karakteristik dari berbagai jenis sablon kaos manual ternyata sangat banyak dan memiliki keunikannya masing-masing. Hal ini mungkin yang juga menjadi alasan mengapa masih banyak yang menggunakan sablon manual hingga saat ini. Walau jenis sablon manual ada beberapa macam, kebanyakan orang hanya mengetahui semuanya secara umum sebagai sablon yang dilakukan dengan cara-cara manual. Hal ini mungkin juga yang terjadi pada kamu. Padahal jenis sablon yang menggunakan cara manual berbeda pun memiliki ciri-cirinya masing-masing. Jika kamu adalah salah satu yang belum mengetahui informasi ini, maka kamu dapat mempelajari informasi pada bagian berikut ini.

Sablon manual adalah teknik sablon yang tidak menggunakan mesin melainkan menggunakan alat-alat sablon seperti tinta, screen, dan banyak hal lainnya. Berdasarkan jenis tinta yang digunakan, sablon manual dapat dibagi menjadi dua jenis saja yaitu sablon manual menggunakan tinta water based atau oil based. Namun berdasarkan dua jenis tinta yang berbeda tersebut, berbagai sablon manual ini kemudian akan dibagi menjadi beberapa jenis sablon lagi dengan nama yang berbeda. Apa saja jenis sablon tersebut dan bagaimana karakteristiknya? Berikut ini penjelasan lebih lengkapnya.

10 Jenis Sablon Kaos Manual dan Karakteristiknya

Agar kamu lebih mudah membedakan setiap jenis sablon cara manual yang ada dan kamu bisa memilihnya dengan tepat, penting untuk mengetahui karakteristiknya masing-masing. Ada sekitar 10 jenis sablon cara manual tersebut yang akan dijelaskan pada bagian berikut. Pelajari karakteristiknya untuk dapat membedakannya jika kamu akan menggunakannya dalam bisnis sablon kaos. Berikut ini penjelasan lengkap mengenai kesepuluh jenis sablon tersebut.

1. Sablon Discharge

Jenis sablon yang pertama ini menggunakan tinta water based yang sangat cocok digunakan untuk bahan kaos cotton combed 30s. Alasannya adalah karena warna dari sablon ini mampu menggantikan warna dasar kaos tanpa mempengaruhi hasil sablon. Jenis sablon ini pun tidak bau karena adanya campuran obat odorless dalam proses sablon.

2. Sablon Flocking

Ada juga jenis sablon yang hasilnya timbul, yaitu sablon dengan teknik flocking. Sesuai dengan namanya, digunakan kertas flocking yang telah didesain sesuai desain sablon untuk ditempel pada kaos menggunakan alat press.

3. Sablon Foam

Lain lagi dengan sablon jenis foam yang menghasilkan desain pada kaos menjadi 3 dimensi. Sablon ini yang kemudian juga dikenal dengan nama sablon 3D. Sama seperti kebanyakan jenis sablon manual lain, dibutuhkan alat pressuntuk mencetak desain kering dan tercetak pada kaos dengan baik.

4. Sablon Foil

Jika kamu sebelumnya sudah mendapatkan gambaran terkait jenis sablon flocking, maka kamu juga dapat memahami sablon foil ini. Sablon foil adalah jenis sablon yang juga menempel bahan desain ke kaos dan kemudian dilakukan press. Bedanya bahan yang di press bukan kertas flocking, melainkan plastik foil.

5. Sablon Glow in the Dark

Beberapa desain kaos saat ini diketahui menggunakan jenis sbalon kaos glow in the dark ini. Alasannya adalah karena nilai estetika yang sangat tinggi ketika menggunakan kaos yang bisa terang di saat suasana gelap. Tentunya desain bisa terjadi karena penggunaan teknik sablon yang spesial. Sablon dilakukan dengan bahan phosphor yang menyerap energi dan memancakan cahaya.

6. Sablon High Density

Satu lagi sablon kaos yang menghasilkan efek 3 dimensi pada kaos. Jenis sablon ini menggunakan bahan karet yang kemudian hasilnya terasa timbul saat disentuh. Tekstur dari tinta sablon yang digunakan sendiri adalah tinta Gel sehingga sangat cocok untuk desain typography.

7. Sablon Pigment

Sablon lain yang juga jenisnya banyak diminati adalah sablon pigment. Jenis sablon ini memiliki hasil yang lebih kaku namun sablonnya tidak mudah lepas dari kain kaos. Hasilnya sangat baik namun masih lebih bagus lagi sablon superwhite dengan cara sablon yang sama.

8. Sablon Plastisol

Kali ini sablon manual yang akan dijelaskan adalah sablon manual yang paling banyak dilakukan. Sablon tersebut adalah sablon plastisol dengan jenis tinta oil based. Sablon ini memiliki karakteristika hasil yang tebal dan tahan lama dibandingkan sablon lain.

9. Sablon Rubber

Sablon yang satu ini menggunakan bahan dasar karet (rubber) untuk membuat desain dapat menempel dengan baik pada permukaan kaos. Desain kaos yang dicetak dengan teknik sablon rubber memiliki sifat elastis dan lembut saat diraba.

10. Sablon Superwhite

Bentuk lebih baik dari sablon pigment adalah sablon superwhite. Jenis sablon yang satu ini memiliki hasil yang lebih haus dan menyerap dengan baik ke permukaan kaos. Hanya saja hasil warna sablonnya tidak terlalu terang dibandingkan sablon lain.

Itulah tadi penjelasan mengenai karakteristik dari 10 jenis sablon kaos manual yang ada. Tentunya informasi di atas menjadi sangat bermanfaat bukan unntuk kamu selanjutnya? Jadi mulai sekarang pastikan untuk mempertimbangkan berbagai karakteristik di atas sebelum melakukan sablon untuk kaos yang kamu produksi. Selamat mencoba!