6 Istilah Desain Digital yang Wajib Diketahui!

57
istilah desain digital

Suatu bidang profesi pastilah memiliki istilah-istilah tertentu untuk menggambarkan sesuatu yang spesifik, yang hanya ada pada bidang profesi tersebut. Istilah itu digunakan biasanya untuk mempermudah komunikasi, karena satu atau dua kata bisa mendeskripsikan suatu proses atau suatu entitas yang cukup kompleks jika deskripsinya digunakan pada komunikasi lisan maupun tulisan.

Lebih parahnya lagi, istilah-istilah tersebut sering merupakan adopsi dari istilah bidang profesi lain atau bahasa sehari-hari. Pengadopsian ini dilakukan oleh komunitas suatu bidang profesi tertentu, katakanlah bidang desain, karena proses atau entitas tersebut memiliki kemiripan tetapi tidak identik. Oleh karenanya, ada baiknya mengetahui istilah desain digital sesuai konteks komunikasi.

Banyaknya istilah desain digital dapat membuat anda, sebagai seorang desainer, sering mengalami kebingungan dalam penggunaannya. Istilah seperti font, tone, tint, shade, opacity, fill, vector, dan sebagainya.Setiap istilah memiliki arti secara harfiah, anda dapat mencari tahu menggunakan kamus. Bahkan ada yang digunakan dalam bidang lain, seperti vector, digunakan pada desain, matematika, dan fisika.

Meskipun memang dapat mengandaikan suatu istilah dengan arti harfiah maupun arti yang digunakan pada bidang lain, alangkah baiknya sebagai profesional agar mengetahui arti istilah berdasarkan kesepakatan komunitas. Karena penting untuk berkomunikasi dengan rekan seprofesi secara efektif dan efisien.

6 Istilah Desain Digital

1. Dither

Dither merupakan suatu proses yang digunakan dalam mengedit audio dan gambar digital. Dither juga membantu mencegah terjadinya noise yang acak. Proses dalam melakukan dither meliputi rumus matematika sehingga dapat menambahkan noise (baik pada gambar maupun audio) secara disengaja.

Penambahan noise akan mempengaruhi tampilan gambar dalam warna yang secara terkendali (tidak acak). Dengan cara dithering, para desainer juga dapat menciptakan ilusi warna yang mungkin tidak ada karena pengaruh penambahan noise.

2. RGB dan HEX

RGB dan HEX sama-sama mengacu pada istilah desain digital nilai numerik warna. RGB merupakan singkatan dari Red, Green, and Blue. Ketiga warna inti tersebut dipadukan sedemikian rupa sehingga dapat menghasilkan kombinasi warna yang lebih luas lagi. RGB ini biasanya digunakan untuk penggunaan warna on-screen (bukan cetak). Sedangkan, HEX merupakan enam digit angka yang digunakan pada HTML, CSS, dan perangkat lunak desain lainnya untuk merepresentasikan jenis-jenis warna.

3. Metadata dan Meta Tag

Metadata dan Meta Tag merupakan dua hal yang berkaitan, dengan meta tag yang akan selalu bergantung pada metadata. Metadata adalah data mengenai informasi tentang konten dari sebuah item di dalam file digital.

Sedangkan meta tag adalah tag-tag HTML yang membantu anda untuk mengendalikan search engines ketika meng-indeks situs anda menggunakan kata kunci dan deskripsi yang telah disediakan.

Metadata seringnya digunakan untuk mendeskripsikan sebuah konten dari suatu website pada mesin pencari. Informasi ini selanjutnya akan ditambahkan ke dalam back-end website menggunakan metatags.

4. UI vs UX

UI dan UX mengacu pada back-end dan juga front-end pada lingkup disain digital. UX (User Experience) fokus pada bagaimana sebuah produk terasa dan apakah ia dapat memecahkan masalah pengguna. Sedangkan UI (User Interface) berorientasi pada bagaimana bentuk dari sebuah website atau aplikasi yang anda buat.

5. CSS

Cascading Style Sheets (CSS) merupakan seperangkat aturan yang menentukan bagaimana segala sesuatu akan tampil di dalam website dengan menggunakan gaya yang melibatkan elemen HTML. CSS juga akan membantu anda mengendalikan beberapa komponen di dalam website agar lebih terstruktur.

CSS dapat mempermudah situs pencari untuk membaca situs anda dan memudahkan para perancang untuk mengubah semua atribut pada teks maupun warna hanya dalam satu langkah.

6. Resolusi

Ketika Anda mulai menggambar digital, resolusi menjadi salah satu istilah yang akan sering anda dengar. Meningkatkan resolusi layar sangat penting dilakukan untuk meningkatkan kualitas gambar di dalam sebuah situs.

Baca Juga: 8 Sumber Inspirasi Desainer Grafis agar Kreatif