Tips Mudah Efisiensi Kerja dengan Adobe Illustrator

53

Adobe Illustrator merupakan software untuk mendesain gambar berbasis vektor. Berbeda dengan Adobe Photoshop, meskipun sama-sama software yang berfungsi untuk mendesain gambar tetapi Photoshop berbasis piksel. Adobe Illustrator cocok digunakan untuk mendesain gambar dengan kepresisian yang tinggi. Sangat berguna jika anda ingin mendesain untuk baliho besar, karena proses untuk meningkatkan resolusinya tidaklah sulit. Efisiensi kerja dengan adobe illustrator bisa dikatakan akan lebih optimal.

Vektor adalah representasi gambar menjadi piksel yang dirumuskan dalam formula matematika, yang artinya jika anda melakukan zoom-in sebesar apapun maka gambar akan tetap jelas (tidak blur). Berbeda jika berbasis piksel, jika anda melakukan zoom-in pada gambar maka pada batas tertentu gambar akan terlihat blur tergantung dari resolusi gambar tersebut.

Setiap software memiliki fitur-fitur yang semakin lama semakin mutakhir berkat pengembangan para developer software tersebut. Pada adobe Illustrator juga seperti itu, banyak fitur yang bisa anda gunakan. Artinya, jika anda ingin membuat suatu gambar, anda bisa melakukannya dengan banyak cara. Bahkan jika suatu gambar memiliki komponen yang sama, anda dapat mengotomatisasinya dan meningkatkan efisiensi kerja anda.

4 Tips Meningkatkan Efisiensi Kerja dengan Adobe Illustrator

1. Mengulang Transformasi

Saat pekerjaan cukup banyak dan deadline semakin dekat, kita dituntut untuk mampu bekerja lebih cepat dengan cara yang lebih praktis. Trik-trik yang menghemat waktu akan sangat membantu dalam waktu-waktu seperti ini. Misalnya saja ketika ketika anda harus mengulang transformasi pada desain.

Jika Anda memiliki beberapa objek yang membutuhkan transformasi, tentu akan memerlukan waktu yang relatif lama jika harus mengerjakannya secara satu per satu. Agar pekerjaan lebih cepat, anda dapat menggunakan shortcut Ctrl+D untuk Windows dan Cmd+D bagi pengguna Mac.

Shortcut tersebut memungkinkan anda untuk mengulang transformasi yang terakhir kali anda gunakan sehingga mampu menghasilkan beberapa salinan sekaligus dari objek tertentu.

2. Menggunakan Warna Global

Sebelum memulai pekerjaan, ubahlah swatch anda pada pengaturan “global” terlebih dahulu. Mengubah swatch ke warna global akan memudahkan anda di kemudian hari ketika mengelola warna untuk objek gambar.

Ketika anda melakukan input objek yang memiliki unsur warna global, maka objek tersebut akan berubah secara otomatis jika anda mengembalikannya ke mode swatch dan mengeditnya. Anda dapat mengubah pengaturan ini melalui menu Swatches. Klik dua kali panel Swatches, kemudian pilih Global.

3. Menyalin Warna

Ada kalanya seorang desainer mengalami kesulitan dalam menemukan warna yang cocok pada deret warna sehingga harus menggunakan warna yang mendekati (bukan warna yang tepat). Pada Adobe Illustrator, anda bisa mengadopsi warna apa saja yang anda inginkan dari objek mana pun di layar kerja anda.

Objek ini tak harus berupa gambar yang ada di jendela aktif Adobe Illustrator, bahkan di luar jendelanya pun juga bisa. Caranya adalah dengan memanfaatkan menu Eyedropper Tool. Klik kiri dan tahan document window, lalu drag ke objek yang warnanya ingin anda adopsi, kemudian lepaskan. Anda telah mendapatkan warna sesuai keinginan.

4. Graphic Styles

Ada kalanya ketika mengedit gambar, anda ingin mengaplikasikan tampilan yang anda buat untuk objek sebelumnya kepada objek yang baru. Meningkatkan efisiensi kerja dengan Adobe Illustrator, anda dapat menyimpan tampilan terakhir yang telah anda buat sehingga  bisa menggunakannya lagi di waktu berikutnya.

Cara ini anda bisa temukan pada Graphic Style. Graphic Style adalah cara cemerlang untuk menyimpan dan menggunakan kembali tampilan yang pernah anda buat, yakni meliputi pengaturan fill, stroke, opacity, dan efek gambar lainnya. Untuk menemukan Graphic Style, anda bisa mengarahkan mouse ke panel Windows.

Baca Juga: 6 Mitos Desainer Grafis yang Membuat Tertawa