Cara Sukses Menjadi Dropshipper Tanpa Modal

cara-menjadi-dropshipper-tanpa-modal

Menjalankan usaha sendiri merupakan suatu hal yang banyak diinginkan oleh kebanyakan orang, terutama bagi mereka yang sudah bosan atau lelah menjadi seorang karyawan yang harus membanting tulang hanya demi memajukan perusahaan milik orang lain.

Namun terkadang masalah terbesar dan terberat yang harus dihadapi oleh mereka yang akan memulai bisnisnya sendiri adalah besarnya modal yang dibutuhkan untuk memulai suatu usaha, sehingga terkadang hal inilah yang membuat seseorang mengurungkan niatnya berwiraswasta.

Untungnya dalam beberapa tahun belakangan ini, sudah semakin marak metode bisnis yang bisa anda lakukan tanpa memerlukan modal sama sekali, dan kalaupun ada jumlahnya tidak akan terlalu besar.

Metode bisnis tersebut dikenal dengan istilah dropship, yang merupakan salah satu bisnis tanpa modal yang bisa dilakukan oleh siapa saja dan kapan saja selama anda memiliki niat dan kemauan untuk menjalankannya.

Di dalam artikel ini, kami akan menjelaskan bagaimana cara menjadi dropshipper tanpa modal yang baik dan memiliki peluang untuk meraih kesuksesan di kemudian hari sehingga bisnis anda bisa semakin berkembang.

Sebelum membaca lebih lanjut, anda juga bisa membaca artikel kami lainnya terkait dengan dunia bisnis dan usaha seperti 5 tips branding yang ampuh untuk berbagai jenis bisnis, kemudian apa saja 7 tips sukses di Instagram melalui bisnis online, apa sjaa tips meningkatkan loyalitas konsumen, dan lain sebagainya.

Tentang Dropship dan Dropshipper

dropship-dan-dropshipper

Untuk anda yang baru mengenal istilah ini, tentunya bertanya-tanya apakah perbedaan antara dropship dengan dropshipper dan kenapa penggunaan katanya serupa tapi tidak sama.

Dropship adalah suatu metode usaha di mana seseorang menawarkan produk kepada orang lain, dan begitu menerima pesanan dia akan langsung memesannya kepada supplier produk tersebut, dan kemudian pesanan akan langsung dikirimkan kepada orang yang memesan oleh supplier.

Jadi misalnya A memesan produk kepada B, kemudian B setelah menerima pembayaran akan langsung memesan produk tersebut kepada C, untuk kemudian pengiriman pesanan akan dilakukan oleh C menuju alamat A.

Biasanya A selaku pemasan produk tidak akan mengetahui bahwa pesanan tersebut dikirimkan oleh C, karena umumnya dalam metode dropship, C sudah membuat kesepakatan dengan B untuk tidak menempelkan label apapun yang menandakan barang dikirim oleh C, dan di beberapa kasus C mau menempelkan label milik B sehingga mengesankan B lah yang mengirimkan barang tersebut.

Kenapa C mau melakukan hal tersebut ? Hal itu dikarenakan C membutuhkan bantuan dari orang-orang seperti B untuk menjual produk-produknya, dan sebagai imbalan mereka akan membolehkan B menjual dengan merk toko mereka sendiri dan dengan harga yang ditetapkan sendiri, sementara nantinya C akan memproses pengiriman pesanan.

Lalu yang dimaksud dengan dropshipper adalah orang-orang seperti B, yang melakukan metode bisnis dropship untuk kegiatan usahanya, dan umumnya hal ini dilakukan karena mereka tidak memiliki modal yang cukup untuk menjadi distributor suatu barang atau untuk memproduksi sendiri, atau barang tersebut bukan merupakan barang yang umum dijual di pasaran.

Cara menjadi Dropshipper Tanpa Modal yang Sukses

cara-menjadi-dropshipper-tanpa-modal

Setelah anda memahami definisi dan sistem kerja dari metode bsinis dropship, selanjutnya anda juga harus mengetahui langkah-langkah tentang bagaimana cara menjadi dropshipper tanpa modal yang sukses dan berhasil.

Ada beberapa hal yang perlu anda perhatikan sebelum memulai bisnis dropship, dan juga pada saat menjalankannya anda juga harus berhati-hati supaya tidak melakukan kesalahan-kesalahan yang akan menyebabkan bisnis anda menjadi tidak berhasil.

Beberapa cara tersebut antara lain adalah sebagai berikut:

1. Menentukan produk yang ingin dijual

Pertama-tama anda harus menentukan produk apa yang ingin anda jual, dan mengapa menurut anda produk tersebut akan banyak diminati oleh calon pelanggan yang anda targetkan.

Anda bisa memilih dua pendekatan di sini, yaitu antara menjual produk yang sedang banyak dicari oleh orang lain, atau menjual produk yang sering digunakan oleh anda sendiri sehingga segala hal tentang produk tersebut sudah anda pahami.

Apabila anda menjual produk yang sedang banyak dicari, berarti anda memilih produk yang sedang nge-tren dan naik daun, yang mana hal tersebut juga berarti akan banyak kompetitor yang menjual barang serupa.

Dalam pendekatan ini akan lebih baik apabila anda memilih produk yang nge-tren tetapi belum banyak yang menjualnya, sehingga anda bisa menjadi salah satu yang paling pertama memaksimalkan serta memanfaatkan peluang tersebut.

Sementara pada pendekatan yang kedua, anda akan memilih produk yang sering anda pakai meskipun tidak serta-merta produk tersebut sedang nge-tren, dan umumnya kompetisi tetap ada tetapi mungkin tidak seketat produk yang dijual menggunakan pendekatan pertama.

Apabila produk yang sering anda gunakan tersebut sudah cukup banyak pesaingnya, anda bisa menggali dan mencari suatu hal yang lebih spesifik lagi dari produk tersebut sehingga pesaing akan semakin berkurang.

Misalnya anda hobi fotografi, dan anda ingin menjual kamera DSLR tetapi pesaingnya sudah terlalu banyak, maka carilah hal yang terkait dengan produk kamera tersebut tetapi masih jarang penjualnya, misalnya berjualan tutup lensa atau satu set alat pembersih kamera, dan lain sebagainya.

Pada pendekatan kedua ini anda akan diuntungkan dari segi pengetahuan anda seputar produk yang sudah cukup dalam dikarenakan anda sering memakainya, dan juga kemungkinan anda akan mejadi salah satu pelopor atau pemain utama yang menjual produk tersebut semakin besar.

Namun jangan berharap keuntungannya akan sebesar apabila anda menjual produk yang sedang banyak diminati, tetapi pendekatan kedua lebih membutuhkan kesabaran dan jangka waktu yang lebih panjang namun kemungkinan besar penjualan akan tetap stabil dan terus dicari.

2. Mencari supplier yang berkualitas

Langkah kedua adalah mencari supplier yang menawarkan produk yang ingin anda jual tersebut, yang tentunya harus anda perhatikan kualitas pelayanan serta pengiriman mereka sebelumnya.

Karena apabila anda asal-asalan di sini, reputasi toko anda yang akan dipertaruhkan apabila ternyata pengiriman pesanan terlambat atau kualitas dari barang yang dipesan ternyata buruk.

Misalnya anda ingin mencari supplier di Tokopedia, maka sebagiknya gunakan fitur premium member untuk menyortir toko-toko yang terpercaya saja, dan begitu pula apabila anda mencarinya di marketplace sejenis lainnya seperti Shopee atau Bukalapak.

Akan lebih baik lagi kalau anda mengenal secara personal supplier tersebut, misalnya saudara atau tetangga atau dari lingkaran pertemanan anda, karena nantinya anda bisa memantau dan memudahkan proses transaksi.

Anda juga bisa mencoba membeli satu produk atau barang dari supplier tersebut untuk menilai sendiri apakah mereka layak untuk diandalkan sebagai salah satu supplier dari produk yang anda jual.

Sebaiknya and ajuga tidak hanya memilih satu supplier saja, tetapi buatlah daftar pada excel atau buat catatan mengenai siapa saja supplier yang akan anda gunakan apabila ada yang memesan produk dari anda, dna berapa harga jual mereka, yang tentunya semakin banyak akan semakin baik.

3. Menentukan harga jual

Setelah anda menentukan produk dan memilih supplier, langkah selanjutnya adalah menentukan berapa harga jual dari produk yang akan anda jual tersebut, yang tentunya tidak kalah krusial dibandingkan dua hal sebelumnya.

Dengan menentukan harga jual yang tepat, maka anda akan memastikan calon pelanggan akan memperhitungkan toko atau usaha anda dibandingkan para kompetitor, meskipun tidak selalu harga anda akan berada di bawah para pesaing tersebut.

Yang terpenting dalam menentuikan harga jual adalah mengetahui berapa rentang harga yang masih termasuk ke dalam anggaran dari calon pelanggan, dan juga berapa keuntungan per produk yang ingin anda peroleh.

Untuk jenis produk yang langka namun cukup banyak dicari, tentunya anda bisa lebih leluasa dalam menetapkan harga jual yang tinggi, tapi untuk produk yang memiliki banyak kompetitor sebaiknya harga anda cukup bersaing apabila tidak mau menjual di bawah mereka.

4. Memilih dan membuat toko atau lokasi penjualan

Menjual secara dropship sebenarnya bisa dilakukan secara offline dan online, namun kebanyakan lebih memilih internet sebagai salah satu sarana penjualan dikarenakan biaya yang jauh lebih murah dan bahkan gratis.

Anda bisa menjual produk dropship tersebut pada website toko online buatan anda sendiri menggunakan marketplace seperti Tokopedia, Shopee, Bukalapak, dan sebagainya, atau melalui media sosial seperti Instagram yang tidak memerlukan modal sama sekali.

5. Mempromosikan toko

Dalam setiap usaha tentunya salah satu kegiatan yang paling penting untuk dilakukan adalah promosi dan pemasaran, yang mana akan ada banyak cara untuk membantu meningkatkan penjualan dari toko anda.

Secara offline, anda bisa menggunakan media tradisional seperti menyebar brosur, leaflet, menawarkan langsung ke lingkaran terdekat anda, dan lain sebagainya.

Secara online, anda bisa mencoba memasang iklan pada media sosial pilihan seperti facebook atau Instagram, dan juga anda bisa memasang iklan melalui Google Ads apabila anda memiliki website sendiri.

6. Mengulas kinerja usaha

Setelah semuanya selesai anda lakukan, tahapan yang terakhir adalah mengulas atau mereview ulang setiap langkah yang telah anda lakukan sebelumnya, guna mencari di bagian mana yang masih bisa diperbaiki seta ditingkatkan.

Misalnya anda merasa pilihan supplier masih terbatas, atau anda merasa harga jual yang anda tawarkan masih terlalu murah, atau misalnya memasang iklan di Instagram ternyata tidak berpengaruh terhadap peningkatan penjualan, dan lain sebagainya.

Beragam hal tersebut nantinya bisa anda ubah dan sesuaikan dengan metode baru yang sekiranya bisa lebih meningkatkan penjualan dari toko anda, serta anda tidak perlu khawatir apabila pertama kali mencoba banyak menemui kesalahan dan kegagalan, karena itu adalah hal yang lumrah.

Kesimpulan

cara-kerja-dropship

Menjalani bisnis, yang tanpa modal sekalipun, bukanlah suatu hal yang mudah terutama apabila anda benar-benar ingin memajukan serta mengembangkan usaha anda tersebut secara signifikan kedepannya.

Ada banyak hal yang harus diperhatikan dan juga dinilai kembali apakah masih ada celah untuk memperbaikinya ke arah yang lebih baik ataupun tidak, dan tentunya beragam risiko bisnis lain yang mesti anda hadapi.

Demikian juga dengan dropship yang juga memerlukan perumusan strategi serta perencanaan yang matang, dan bahkan akan lebih banyak lagi faktor yang ebrada di luar kendali anda dikarenakan anda tidak memproduksi dan mengirimkan pesanan sendiri.

Silahkan baca juga artikel kami lainnya terkait bisnis online seperti apa saja upaya pemasaran produk yang efektif, kemudian tips desain logo yang unik dan kreatif, 10 tips mengenai cara desain stiker, dan banyak lagi artikel lainnya.

Kami harapkan pembahasan kami mengenai cara menjadi dropshipper tanpa modal ini akan dapat membantu anda dalam menjalankan metode bisnis tersebut sehingga akan meningkatkan peluang anda untuk meraih kesuksesan di kedepannya.