Perbedaan Brosur dan Flyer Wajib Anda Tahu!

29
brosur dan flyer

Brosur dan flyer adalah dua dari banyak produk populer percetakan. Masalah penamaan sering menjadi masalah pada penggunaannya baik dalam dunia profesional maupun percakapan sehari-hari.

Brosur, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah (1) bahan informasi tertulis mengenai suatu masalah yang disusun secara bersistem, (2) cetakan yang hanya terdiri atas beberapa halaman dan dilipat tanpa dijilid. Sedangkan flyer adalah kata bahasa Inggris yang memiliki padanan dalam bahasa Indonesia pamflet. Pamflet menurut KBBI adalah surat selebaran.

Setelah mengetahui definisi brosur dan flyer, pastinya anda telah mengetahui perbedaannya. Perbedaan yang telah dibahas tersebut merupakan kesepakatan definisi yang telah dipatenkan ke dalam KBBI. Selanjutnya akan dibahas mengenai perbedaan dari sisi yang lebih terperinci seperti, bagaimana isi yang seharusnya, untuk apa ia digunakan, di mana ia ditempatkan, bagaimana bentuknya, dan apa nilai lebihnya dibandingkan dengan yang lain.

Perbedaan Brosur dan Flyer Secara Umum

Apa Itu Brosur?

Secara definisi telah anda ketahui berdasarkan referensi dari KBBI. Selanjutnya, apa isi yang terdapat pada brosur? Biasanya berisi informasi mengenai suatu produk yang akan dijual, baik dalam bentuk produk barang maupun produk jasa. Keterangan mengenai produk seperti harga, keuntungan yang didapat, tempat membeli, perusahaan pembuat, dan keunggulan-keunggulan lain.

Setelah itu dari sisi penggunaan brosur. Brosur digunakan mempromosikan suatu produk barang maupun jasa. Biasanya digunakan untuk mempermudah konsumen atau calon pembeli dalam proses pengenalan produk, dan oleh karenanya biasanya bersifat persuasif terselubung.

Brosur biasanya ditempatkan pada toko-toko, dealer otomotif, yang secara spesifik brosur biasanya diletakkan di meja resepsionis ataupun di meja ruang tunggu. Bentuk brosur sama seperti media cetak lainnya. Hanya saja brosur tidak dibatasi ukurannya maupun bahannya. Anda bisa menggunakan kertas jenis apa saja agar brosur terlihat menarik.

Orientasi pembuatan brosur adalah informatif dan nyaman dibaca, sehingga ketika calon pelanggan membaca tidak seperti membaca sesuatu yang membosankan. Oleh karenanya desain brosur penting untuk diperhatikan, seperti warna, font, dan gambar. Karena artikel ini membahas perbedaan dengan flyer, maka secara desain tidak ada yang membedakan keduanya.

Apa Itu Flyer atau Pamflet?

Sama seperti brosur, flyer atau pamflet telah anda ketahui berdasarkan referensi dari KBBI. Isi flyer atau pamflet sedikit lebih luas cakupannya, selain untuk promosi produk sama seperti brosur, flyer juga bisa berisi informasi acara, pelayanan, ataupun ide. Oleh karenanya tidak ada aturan baku mengenai isi dari flyer.

Dari sisi penggunaannya, flyer atau pamflet digunakan untuk promosi, hanya saja konten promosinya seperti telah dijelaskan pada paragraf sebelumnya, lebih luas jika dibandingkan brosur. Oleh karenanya banyak digunakan oleh event organizer maupun mahasiswa dan siswa yang mengadakan suatu acara.

Flyer biasanya dibagikan langsung kepada target di tempat-tempat umum, seperti di persimpangan lampu lalu lintas, tempat parkir, kafe, dan bahkan kantin kampus atau sekolah. Tetapi penyebarannya juga sering ditempelkan pada tempat-tempat umum, karena informasi yang diberikan pada flyer tidak terlalu panjang.

Mengenai ukuran, biasanya flyer hanya satu lembar setengah atau seperempat kertas berukuran A4, dan juga berukuran A4. Karena penggunaannya yang ditujukan agar cepat dibaca dan ditempelkan di tembok, maka hanya satu sisi saja yang diisi informasi, sisi lainnya dibiarkan kosong.

Terakhir adalah nilai lebihnya, yaitu informasi yang singkat sehingga tidak perlu waktu lama untuk mengetahui informasi yang terdapat pada flyer. Mengenai desainnya, biasanya juga tergantung budget, karena bisa hitam-putih ataupun warna. Yang penting adalah ketersampaian informasinya.

Baca Juga: Pengertian Singkat dan Fungsi Leaflet